Membangun Rumah Anti Banjir

Banjir bukan lagi menjadi hal yang asing bagi warga Indonesia. Hampir setiap hari terutama di musim penghujan berita banjir yang menggenang perumahan adalah topik utama dalam berita di media massa. Pada daerah perkotaan khususnya, banjir menjadi langganan tiap turun hujan. Hal ini disebabkan karena adanya penyumbatan pada aliran sungai akibat sampah yangberlebih, sehingga daya tampung air berkurang. Selain itu disebabkan pula oleh sistem drainase kota yang tidak teratur.

Untuk menghadapi banjir banyak upaya yang dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan melakukan perbaikan dan renovasi rumah untuk menghalau banjir.

Berikut kami paparkan beberapa tips yang bisa dilakukan dalam merenovasi rumah untuk menghindari banjir dan semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

  • Rancang Tinggi Pondasi Ideal 40-50cm
  • Pastikan tinggi badan jalan diperhatikan, pondasi rumah harus lebih tinggi dari bahu jalan.
  • Tempatkan saluran drainase, septictank, instalasi mekanikal dan elektrikal dengan ketinggian di atas permukaan tanah dalam posisi “aman” dari banjir.
  • Dinding rumah yang kusam akibat banjir, atasi dengan cat eksterior yang lebih tahan cuaca.
  • Untuk furniture, pilih material anti air, seperti aluminium, stainless steel atau besi tempa.
  • Terlanjur lebih rendah, maka lakukan pengurukan.
  • Sebisa mungkin menyisakan ruang terbuka hijau (taman) pada lahan rumah. Hal ini berguna sebagai peresapan air masuk ke dalam rumah.
  • Mengurangi penggunaan paving, apabila menginginkan paving dapat digunakan grass block.
  • Bila memiliki luas tanah yang cukup besar dapat diupayakan juga memperbanyak tanaman-tanaman yang memiliki daya serap air tanah yang besar seperti pohon mangga, pohon jambu, pohon rambutan dll.

 

Gambar diatas merupakan rumah minimalis 1 lantai dengan pondasi rumah sedikit lebih tinggi yang dapat  dijadikan contoh ketika  akan mendirikan rumah.

 

 

Sumber :

cahayawahyu.wordpress.com

Bangurumah.com

 

Cara Memilih ACP

Kenapa kita perlu tau cara memilih ACP dengan tepat?

Pada dasarnya ACP itu terbagi menjadi 2 kategori, yaitu untuk indoor dan outdoor. Kedua kategori ini mempunya bentuk yang sama dan juga ketebalan yang sama pula (biasanya 4mm). Namun apa yang membedakan? yang membedakan antara keduanya adalah lapisan luarnya.

Perlu diperhatikan, untuk pemasangan outdoor kita perlu memilih ACP dengan tipe Polyvinylidene Difluoride (PVDF). Sedangkan jika kita memasang untuk keperluan indoor maka ACP yang kita pilih adalah Polyester (PE). Dari segi harga tipe PE cenderung lebih murah dibandingkan PVDF. Hal ini karena pada proses produksinya, tipe PE hanya terdiri dari satu lapisan , tetapi untuk ketahanan cuaca dan sinar UV tidak terlalu baik. Tipe PVDF sedikit lebih mahal, akan tetapi sistem proteksinya lebih tahan lama, ketahanan terhadap cuaca lebih baik.

Apabila terhambat biaya dan terpakasa menggunakan tipe PE untuk outdoor, maka dianjurkan untuk memilih warna-warna ACP yang relatif terang. Warna terang lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan warna – warna gelap yang akan langsung pudar dalam waktu singkat.

Selain memperhatikan pelapis, kita juga harus memperhatikan ketebalannya. Semkain tebal tentu lebih mahal. Namun kita dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan. Supaya dapat menghemat dana dengan tepat.

Untuk penggunaan ketebalan ACP, gunakan ukuran tipe 0.21mm atau 0.3 mm untuk ruko 2 sampai 4 lantai. Karena beban fisik terhadap angin dan hujan tidak terlalu besar. Masih tergolong aman untuk digunakan pada gedung lantai 6. Diatas itu, dianjurkan untuk menggunakan tipe 0.5mm.

Demikian hal – hal yang perlu diperhatikan dalam memilih ACP. Semoga bermanfaat.

sumber : http://www.desainruko.com/cara-memilih-acp

Baca Juga : Merawat dan Membersihkan Lapisan ACP Eksterior

Meningkatkan Kualitas Udara

Kualitas udara di dalam bangunan harus terjaga dengan baik. Suhu terlalu panas atau tingkat kelembaban yang terlalu rendah, jelas akan memberikan sesuatu yang tidak nyaman di dalam bangunan.

 

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas udara dalam bangunan kita, antara lain :

  • Penataan ruang yang tepat. (Silakan pelajari Orientasi Bangunan Terhadap Cahaya Matahari)
  • Memakai bahan bangunan dan bahan perabot yang mengandung bahan kimia sedikit
  • Memastikan tidak ada jamur pada elemen bangunan dan perabot akibat kelembaban tinggi. (Cara Mengatasi Rumah Lembab)
  • Memperbanyak penanaman tumbuhan hijau
  • Membatasi merokok di dalam ruangan
  • Mamakai konsep secondary skin pada fasad untuk meredam panas matahari.
  • Menyediakan lahan terbuka di dalam bangunan
  • Menggunakan Insulator panas di bawah material atap
  • Meletakkan kolam air pada lingkungan bangunan

 

sumber : http://arsitekturdanlingkungan.wg.ugm.ac.id/2015/11/20/pengaturan-penghawaan-dan-pencahayaan-pada-bangunan/

Tips Memasang Aluminium Composite Panel

Untuk hasil yang maksimal, perhatikan beberapa tips berikut dalam melakukan pemasangan Aluminium Composite Panel.

  1. Untuk hasil terbaik, pilihlah pemasang Aluminium Composite Panel yang profesional di bidangnya.
  2. Pastikan dinding sudah rapi dan siap dipasang
  3. Lakukan proses marking dengan baik dan teliti
  4. Pilih Kualitas ACP yang baik agar bertahan dalam jangka waktu yang panjang
  5. Jangan salah pilih spesifikasi ACP untuk Eksterior dan Interior.

Membersihkan Lapisan ACP Eksterior

Merawat dan membersihkan lapisan ACP Eksterior dibutuhkan pemeliharaan yang terjadwal &  pembersihan yang profesional. Pemeliharaan tersebut tidak hanya untuk menjaga dinding bangunan agar tetap bersih, tetapi juga untuk menghilangkan noda berbahaya pada lapisan untuk menjaga kualitas dalam jangka panjang.

Frekuensi pemeliharaan & pembersihan  tergantung pada kondisi  polusi pada lingkungan tempat diaplikasikannya  aluminium composite panel. Di sini kita menunjukkan bahwa dekorasi eksterior perlu dibersihkan setidaknya satu kali per tahun. Pembersihan dinding bangunan harus dilakukan dari atas ke bawah secara manual atau dengan fasilitas pembersih yang sesuai. Sebaiknya gunakna jasa pembersih dengan teknisi yang profesional.

Harap dicatat bahwa setiap pembersih yang mengandung bahan korosif dilarang digunakan untuk pembersihan. Proses pembersihan aluminium composite panel eksterior adalah sebagai berikut :

  1. Gunakan banyak air bersih untuk mencuci permukaan panel;
  2. Gunakan kain lembut dengan deterjen encer untuk mengelap permukaan panel dengan lembut;
  3. Gunakan lagi banyak air untuk mencuci noda;
  4. Periksa permukaan panel dan pembersihan khusus dengan deterjen diperlukan apabila beberapa bagian masih tidak bersih;
  5. Gunakan air bersih untuk mencuci permukaan panel sampai semua noda telah dibersihkan;

Perhatian :

Jangan dibersihkan jika permukaan panel panas (lebih dari 40 ° C) karena volatilitas terlalu cepat dari air dan akan merugikan lapisan. Harap dicatat terutama  deterjen yang cocok yang harus dipilih. Umumnya deterjen yang netral bagus. Jangan gunakan deterjen yang mengandung alkali kuat, seperti kalium hidroksida, natrium hidroksida dan juga  jangan gunakan deterjen dengan kandungan asam kuat, deterjen abrasif dan cat deterjen larut. Terlebih lagi, Anda sebaiknya membersihkan sebagian kecil sebagai percobaan sebelum melaksanakan pembersihan menyeluruh dari keseluruhan proyek.